Desa Kalisaleh berdasarkan adat istiadat secara turun temurun sejak zaman kerajaan mataram. Sebelum nama Desa Kalisaleh dahulu bernama Dukuh Silantung Telukan yang pertama berdomisili bernama Mbah Rogojati. Beliau dahulu awalnya pernah dirampok uangnya yang dahulu namanya Picis sebanyak 1 kantong. Adapun nama kedua perampok tersebut bernama Mbah Sembung dan Mbah Bogis. Pada saat dirampok kedua perampok tersebut disuruh menunggu ± 1 jam untuk mengambil uangnya. Namun pada saat menunggu, kedua perampok tersebut melihat mbah Rogojati dalam mengambil uangnya Mbah Rogojati masuk kedalam tungku yang biasa untuk membuat gula aren. Pada saat itu melihat kejadian keanehan tersebut, kedua perampok langsung ketakutan dan berniat meninggalkan tempat tersebut. Namun kedua perampok tersebut tidak bisa keluar dari rumah Mbah Rogojati hanya mondar-mandir saja, sehingga Mbah Rogojati juga dikenal dengan nama Mbah Klintang-Klintung yang artinya Mondar-mandir. Sehingga daerah ini disebut Silantung. Kemudian kedua perampok tersebut diteluh oleh Mbah Rogojati sehingga kedua perampok tersebut menjadi leyehan / santai dan daerah tersebut menjadi nama Silantung Telukan. Kemudian bersamaan pada kejadian tersebut, sehingga Mbah Rogojati merubah nama Silantung Telukan menjadi Desa Kalisaleh, yang berasal dari kata Kalis Ing Sambekolo atau Bebas dari bahaya dan Leyeh berarti santai. Dan dari zaman penjajahan Belanda sampai sekarang nama Kalisaleh tetap dilestarikan. Namun secara formal nama Kalisaleh belum diketahui dibakukan dalam bentuk peraturan perundang-undangan misalnya peraturan daerah, walaupun demikian nama Desa Kalisaleh telah diakui secara administratif sebagai salah satu nama desa dari 211 desa yang ada di Kabupaten Pemalang.